
Banyak manusia " didorong hingga terperosok " melalui teologi kemakmuran. Apa ada teologi kemiskinan ? Atau budaya miskin ?
" Jangan takut. Ikutlah AKU " " Mari, bangkitlah ! "
Makan bersama pelacur ini tentu ada maksudNYA dengan caraNYA dan waktuNYA. Memang kebanyakan perbincangan yang dimulai mereka selalu dekat dengan dimensi materi, tidak jauh dari umpan. Namun kami selalu mengingatkan bahwa manusia hidup tidak hanya dari “ tepung dan daging “ 1 minggu sebelum mengenalmu, aku sudah tau kamu cantik, anggun, menggairahkaan, suka emas dkk, dan kamu punya kuasa. Manusia hidup tidak hanya dari tepung dan daging.
" Mengasihi teman atau sahabat adalah memberi & mengusahakan jalan kebaikanNYA, bukan hanya memberi umpan tetapi juga memberi pancing "
" Teman yang mengasihimu tidak ingin menghanyutkanmu ke lembah.
Teman yang baik akan mengangkatmu ke puncakNYA "
“ Teman yang baik akan mengingatkan kita, bersyukur atas apa adanya kita yang normal, cerdas dan sehat “
Itu hanya sebagian kalimat yang kami sampaikan kepada mereka.
Apakah TUHAN mengasihi kita semua ? Sama rata & adil ?
TUHAN selalu mengadakan pilihan, DiA memilih, makanya ada orang orang pilihanNYA dan ada orang orang yang sudah tidak layak lagi di mataNYA walaupun punya jabatan kerohanian dunia.
DiA pun akan memilih manusia yang kotor dan mengangkatnya dari dalam “ lumpur “
http://breadwine.blogspot.com/2009/07/terangnya-bersamaku.html